Rabu, 09 Desember 2015

Sedikit Cerita Tentangnya


Tepat di hari ini..
24 tahun yang lalu, lahir seorang bayi perempuan yang lucu dan bermata indah..
       Di mana tangisan polos dan rasa ingin tahu adalah senjatanya dalam menghadapi hidup..
       Setelah dia dewasa, kini dia berubah menjadi wanita yang cantik..
       Di mana keceriaan, rasa peduli dan keberanian adalah senjatanya dalam menghadapi hidup kali ini..
       Dia baik..
       Orang yang kenal dan bisa memilikinya pasti sempurna hidupnya, dan pasti akan berterima kasih sekali pada Tuhan, karena telah mengirim dia untuk hidup ini..
       ............................................
       Itu cerita tentang gadisku..
Atau lebih tepatnya gadis yang ku inginkan..
Seorang gadis yang ku tunggu dalam sabar dan kewarasanku..
Tulang rusuk yang aku harapkan kembali ke dalam tubuh ini..
Meski tidak banyak yang bisa ku lakukan untuknya..
Yang bisa ku lakukan hanya memujanya..
Mencintainya secara benar..
Berharap kesempurnaannya bisa menutupi kekuranganku..
Dan untuknya..
Berapapun nyawa seperti ini, akan ku berikan..
Tapi aku tidak ingin terlalu berharap banyak pada hidup ini..
Aku tidak ingin menghancurkan kehidupannya dengan keinginanku..
Jika dia ternyata sudah memilih jalannya dengan orang lain..
Maka aku akan melihat tubuhku sendiri di tengah hutan hijau yang dingin tanpa baju, hanya setelan celana ala kadarnya..
Sedang duduk tertunduk termenung..
Menunggu luka ini hilang, dan berharap ada seorang pengganti yang lebih baik darinya..
Syarat penggantinya sederhana..
Jika dia tidak bisa membuatku lebih baik, maka dia akan ku tinggalkan..
Dan menunggu kembali..
Sambil melihat gadis impianku sudah menuntun mutiara dunia lainnya yang dia lahirkan dari segenap jiwanya..
Jiwa yang selama ini ku rindukan, dalam sepi dan sadarku.
Aku tidak tahu..
Entah sampai kapan aku seperti ini..
Rasa ini..sepertinya belum bisa mati selama hati ini masih merindunya..
Yang ku sesali bukan betapa mudahnya aku mencintainya..
Tapi, betapa sulit aku melupakannya..
Hidup yang menyebalkan..
Dan aku diperbolehkan mati untuk mengakhirinya..
Yiiaahh..andai aku bisa seberuntung itu..
Namun itu semua adalah cerita 3 tahun lalu, karena kini, dia sudah ada di sisi-NYA.


*Yaa Allah lapangkanlah ummat Islam dari himpitan kesedihan dan kesusahan*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar